3 Tahap Cara Mengetahui Pelanggan yang Berprospek Bagus

Bingung cara mendapatkan pelanggan yang berpotensi untuk membeli? mau tahu cara mengetahui pelanggan yang berprospek bagus? Simak artikel berikut.

Di dunia usaha, mempunyai penjualan yang melimpah mungkin adalah hal yang sangat diidam-idamkan untuk para wirausahawan.

Penjualan yang melimpah berarti keuntungan juga meningkat. Keuntungan yang tinggi juga berarti kelangsungan usaha tersebut akan terus berkelanjutan.

Dan untuk meraih penjualan yang melimpah, tentu saja diperlukan yang namanya pelanggan. Karena, tanpa mereka bagaimana mungkin sebuah usaha dapat menghasilkan penjualan

Sebelum teknologi internet menyentuh kehidupan kita, para wirausahawan pada umumnya menghabiskan sumber daya yang lumayan besar cuma untuk mencari referensi pelanggan yang potensial bagi usaha mereka.

Sumber daya yang dimaksud disini ialah seperti uang, tenaga, serta waktu.

Kenapa demikian?

Sebab waktu akan melakukan prospek contohnya, mereka harus menemui referensi pelanggan di tempat yang berjauhan.

Belum lagi bila mereka perlu melakukan prospek terhadap dua hingga tiga referensi calon pelanggan sekalian, tentu saja akan menguras banyak waktu serta biaya.

Baca juga: 4 Tips Mendapatkan Pelanggan dengan Mudah

Dan seluruh usaha itu belum tentu menghasilkan penjualan yang diharapkan. Biasa sesudah berkorban cukup banyak para wirausahawan itu justru pulang dengan tangan hampa.

Dengan timbulnya teknologi internet, bermodal informasi yang memadai, para wirausahawan sekarang memiliki banyak opsi untuk melakukan penilaian terhadap berbagai referensi pelanggan yang betul-betul berpotensi untuk jadi pembeli.

Dengan begitu, mereka tak akan menghabiskan waktu dan energi mereka untuk melakukan prospek terhadap calon pelanggan yang kurang potensial.

Sebaliknya untuk para pelanggan kemajuan teknologi itu juga memberikan peluang yang sama pada mereka.

Sekarang mereka memiliki informasi serta akses yang lebih luas terhadap para pemasok yang mau bekerja sama dengan mereka.

Karena itu, para wirausahawan harus mempelajari bagaimana caranya melakukan penilaian terhadap referensi pelanggan yang kemungkinan untuk menghasilkan penjualan yang diharapkan.

Dengan begitu, kemungkinan memprospek calon pelanggan yang tidak potensial bisa dihindari.

Berikut ini ada sejumlah tips yang dapat kamu ikuti agar mengetahui pelanggan yang memiliki prospek bagus dan berpotensi untuk membeli produk-produkmu

1. Stabilkan Perasaan/ Emosi

Cara Mengetahui Pelanggan yang Berprospek Bagus pertama ialah dengan berfikir jernih.

Jangan tergesa-gesa merasa senang bila andaikata kamu melakukan presentasi dihadapan calon pelanggan dan kemudian mereka mengungkapkan siap untuk membeli dan bekerjasama dengan kamu.

Sebaliknya, lakukan analisa singkat terlebih dulu terhadap pelanggan itu.

Analisa itu meliputi:

– Budget

apakah produk atau jasa yang kamu tawarkan masuk kedalam anggaran mereka?,

– Otoritas

apakah calon pelanggan yang kamu jumpai merupakan seseorang yang memiliki kuasa untuk membuat keputusan?,

– Kebutuhan

apakah produk atau jasa yang kamu jual dapat memenuhi kebutuhan mereka?, serta

– Jangka Waktu

apakah produk atau jasa kamu bisa tersedia dalam waktu yang disepakati oleh kedua belah pihak?.

Dengan berpedoman pada analisa itu, kamu akan bisa dengan gampang untuk menentukan apakah calon pelanggan itu berpotensi untuk membeli maupun tidak.

Baca juga: 5 Langkah Cara Membuat Slogan Produk yang Bagus

2. Ajukan pertanyaan yang tepat

Sesudah melakukan analisa singkat diatas, langkah Cara Mengetahui Pelanggan yang Berprospek Bagus berikutnya yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk menggali latar belakang calon pelanggan dengan lebih mendalam.

Tetapi, satu hal yang perlu diingat ialah bahwa jangan coba-coba langsung melakukan penawaran spontan terhadap calon pelanggan itu.

Tak ada yang suka dengan tipe penawaran yang sifatnya memaksa!

Cobalah untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan ringan yang sifatnya akrab dan tidak menjual.

Bangun hubungan emosional terlebih dulu supaya calon pelanggan juga merasa nyaman dengan kamu.

Sesudah hubungan yang nyaman terbentuk, tibalah waktunya untuk mengajukan beberapa pertanyaan.

Tiga pertanyaan penting kepada calon pelanggan

Ada tiga tingkat pertanyaan yang disarankan kamu tanyakan, yaitu:

– Pertama terkait proses pengambilan keputusan yang berlaku diperusahaannya. Carilah informasi mengenai siapa orang yang bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan pembelian.

– Kedua, menggali informasi mengenai persyaratan pengambilan keputusan. Apakah mereka memang betul-betul serius untuk bekerjasama dengan kamu dan bukan cuma sekedar melakukan pembelian sementara.

– Ketiga ialah mencari informasi tentang persyaratan pemasok yang mereka harapkan, sehingga kamu dapat menentukan apakah mereka memang merupakan calon pelanggan yang potensial dan berkualitas tinggi.

Seluruh pertanyaan diatas pada umumnya menghabiskan waktu sekitar 10 sampai 20 menit.

Intinya, jangan membombardir calon pelanggan dengan beragam pertanyaan yang tak mesti.

Dengan berpedoman pada tiga tingkat pertanyaan diatas maka informasi yang kamu peroleh dapat jadi modal yang amat berharga.

3. Lakukan analisa calon pelanggan dengan tim kamu

Dalam menganalisa calon pelanggan yang ada tidak berarti kamu perlu berada bersama-sama di suatu ruangan bersama calon pelanggan itu.

Bila kamu memiliki tim penjualan, kamu juga dapat menggali penilaian mereka terhadap informasi referensi pelanggan yang kamu punyai.

Kamu dapat melakukan diskusi dengan tim kamu tentang referensi pelanggan yang potensial dan wajib untuk di tindak lanjuti.

Dengan mengarahkan tim kamu untuk melakukan tindak lanjut terhadap referensi potensial yang ada, tentu saja kemungkinan mendapatkan pembeli jadi kian besar.

Kamu bisa memberikan sejumlah pertanyaan dasar seperti poin dua diatas kepada tim kamu untuk diajukan kepada calon pelanggan.

Baca juga: 7 Tips Memasarkan Produk dengan Biaya Kecil

Dengan begini, mereka akan terbantu untuk memberikan solusi yang ideal untuk para calon pelanggan.

Dengan melakukan hal-hal diatas, usaha kamu bisa secara cepat mendapat basis pelanggan yang cocok dengan persyaratan usaha kamu.

Disamping itu, biaya yang dikeluarkan juga bisa dikontrol sehingga akan mencegah pengeluaran-pengeluaran yang tak mesti.

Sekarang, apakah usaha yang kamu jalankan sudah memiliki basis pelanggan yang solid? Persyaratan penilaian yang bagaimana yang sudah kamu jalankan selama ini?

Bila kamu memiliki pertanyaan atau tanggapan terkait Tahap Cara Mengetahui Pelanggan yang Berprospek Bagus dan Berpotensi menjadi pembeli produkmu, silahkan berkomentar.