3 Cara Menumbuhkan Rasa Cinta Menulis dengan Mudah

Judul: Belajar Menumbuhkan Rasa Cinta Menulis 

OlehSiti Shofiah S (dengan beberapa perubahan seperlunya)

Untuk belajar menulis, kamu harus menumbuhkan rasa cinta menulis. Hal ini sangat mempengaruhi tulisanmu. Love what you do. Do what you love. That is the key!

Pepatah mengatakan : “Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta”. Betul?

Oleh karena itu, untuk mencintai menulis, kita harus mengenalinya terlebih dahulu.

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara.

Menulis biasa dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif (hieroglyph) pada zaman Mesir Kuno.

Baca juga: Pengertian dan Cara Menulis Resensi Buku yang benar Beserta Contohnya

Menumbuhkan rasa cinta menulis, bagaimana caranya?

Untuk menumbuhkan rasa cinta pada menulis, setidaknya ada 3 kunci utama yang harus Kamu lakukan:

1. Membuang jauh-jauh pikiran yang mengatakan bahwa menulis itu kegiatan yang membosankan.

Sebagian orang menjadikan menulis sebagai kegiatan yang membosankan. Mereka menganggap menulis itu sangat susah, sehingga, mereka tidak mau lagi menulis. Tapi, kalian tau? Menulis sebenarnya adalah kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan.

Bayangkan saja jika di dunia ini tidak ada yang bisa menulis. Bagaimana kita mengetahui sejarah dengan mendetail? Bagaimana kita bisa mengetahui suatu tempat jika tidak ada namanya? Pasti sangat menyulitkan bagi kita jika di dunia ini tidak ada tulisan.

Menurut Imam Syafi’i, ilmu adalah binatang buruan, maka ikatlah ia dengan pena. Itu artinya jika kita mendapatkan ilmu, maka tulislah.

2. Mengetahui pentingnya menulis.

Kalau kita bisa nulis, tentunya bisa baca dong? Hayoo disini siapa yang bisa nulis tapi gak bisa baca?

Menulis akan membuat Kamu terus membaca, tentu saja akan menambah wawasan pengetahuan. Orang-orang yang rajin membaca akan membentuk pola pikir yang lebih bijaksana dalam segala hal.

Pengetahuan yang luas karena membaca, tidak akan membuatmu rugi. Malah akan membuatmu semakin terlihat cerdas jika berbicara dengan orang lain.

3. Membuktikan manfaat menulis pada diri sendiri dengan cara memulai menulis.

Menulis juga akan membuat kita berpikir kreatif. Kita bisa mengaktifkan otak kreatif kita dengan cara menulis dan terus menulis.
Penulis yang sudah ahli biasanya sangat kreatif dalam merangkai kata demi kata sehingga dapat memantrai para pembaca untuk terus membaca. Penulis dibidang fantasi juga memiliki kekreatifan yang tinggi, karena ia telah terbiasa dengan berpikir hal-hal yang baru.

Sebagian juga bisa terkenal dengan tulisannya. Lihatlah J.K. Rowling, ia sudah mendunia berkat tulisannya, Novel Series Harry Potter. Pasti tau dong Harry Potter? Atau lihatlah disekitar kita. Di Indonesia, penulis yang paling terkenal menurut saya adalah Andrea Hirata. Ia terkenal melalui novel tetralogi Laskar Pelangi. Novelnya bahkan telah ada dalam berbagai bahasa. Novelnya telah mengguncang dunia.

Kamu juga bisa melampiaskan perasaanmu kepada tulisan. Bisa dibilang “menulis adalah teman curhat”. Menuliskan apa perasaanmu sekarang bisa membuat hati kita lega.

Menulis juga bisa seperti “mengabadikan” pengalaman berkesan dalam hidupmu. Maka tulislah sekarang juga! Jika tidak, perasaanmu akan meluap-luap, dan pengalamanmu akan terlupakan.

Menulis juga bisa dijadikan suatu pekerjaan. Kamu bisa nulis apa aja untuk dijual. Mau novel, cerpen, resensi buku, puisi, atau artikel, semuanya bisa dijual untuk nambah-nambah uang jajanlah hehe ­čÖé

Nulis artikel di blog juga bisa kok (pasang iklan di blognya). Ditambah lagi, semua juga bisa menghasilkan tulisankan? Anak di bawah umur juga sekarang diberi kesempatan untuk mempublikasikan karyanya. Hebat ya?

Salah satu contohnya lagi, bayangkan kamu adalah seorang murid. Kamu tidak mempunyai buku cetak, atau catatan lain. Gurumu akan menerangkan materi yang katanya sangat penting. Sekarang kamu pilih mana, merangkum atau hanya mendengarkan?
Pesan saya pada tulisan ini: Jangan pernah berhenti menulis.

Sekian. Semoga 3 Cara Menumbuhkan Rasa Cinta Menulis ini bermanfaat. Sampai berjumpa diartikel selanjutnya ­čśÇ

Pencarian Terkait:

  • menumbuhkan raaa