Generasi Muda di Negara Berkembang 90% Berpendidikan Rendah

Sebuah Negara sulit berkembang tanpa partisipasi dari masyarakatnya, terutama pemuda. Makanya pemuda sebagai generasi penerus bangsa perl dibina sebaik mungkin agar bisa melanjutkan cita-cita mulia para pendahulunya.

Namun hal terebut tidak mudah direalisasikan. Sangat banyak permasalahan yang harus dibenahi dalam mengarahkan para generasi muda untuk mengurus Negara, terutama di Negara berkembang. Mengapa demikian?

Generasi Muda di Negara Berkembang Kebanyakan Berpendidikan Rendah

Partisipasi generasi muda (yaitu mereka yang berumur 16-30 tahun ) di negara berkembang, dalam pembangunan masih jauh dari kata ideal.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Pendidikan Indonesia Masih Tertinggal Dengan Negara Lain

Hal ini terjadi dikarenakan 90 persen generasi muda di negara-negara itu cuma dibekali dengan tingkat pendidikan yang rendah.

Kepala Perwakilan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa (UN-FPA) untuk Indonesia,  Jose Ferraris  mengatakan, keadaan ini diperparah dengan minimnya pelayanan kesehatan akibat infrastruktur yang buruk serta ketidaksetaraan.

“Perlu diambil sebuah kebijakan untuk mengatasinya, termasuk pendidikan pasca, pendidikan dasar, kesehatan, pekerjaan, lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, konflik dan kejahatan dan keterlibatan publik,” ujarnya saat seminar Investing in Young People in Indonesia di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Menurut pendapatnya, perlu penerapan kebijakan dalam bidang-bidang tersebut, hal itu merupakan bentuk investasi terhadap generasi muda, dan berikutnya jadi investasi bagi masa depan Indonesia.

Sekarang ini generasi muda merupakan sumber daya utama untuk pembangunan. Mereka bisa berperan menjadi agen kunci perubahan sosial, peningkatan ekonomi dan inovasi teknologi.

Data sensus penduduk Indonesia pada tahun 2010 mencatat setidaknya ada 62,tiga juta anak muda berumur 16-30 tahun. Rentang umur ini dipakai pemerintah Indonesia dengan sebutan generasi muda.

Angka ini mewakili lebih dari seperempat (26,2%) jumlah penduduk Indonesia. Walau proporsi generasi muda diperkirakan menurun pada beberapa dasar warsa ke depan, jumlah generasi muda diperkirakan akan bertambah sampai 70 juta jiwa pada tahun 2035.

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Penyebaran Penduduk Indonesia Tidak Merata

Berdasarkan hal tersebut, perlu terus didukung pendidikan yang tinggi untuk genarasi muda dan gencarnya ajakan pada pemuda untuk ikut serta membangun Negara agar lebih makmur.

Terutama di Negara kita, pendidikan Indonesia masih jauh dari harapan. Bahkan dinilai pendidikan Indonesia masih dibawah Negara asia tenggara lain seperti Malaysia, Brunei, Singapura, dan Vietnam.

Bagi anda pemuda, siapkah untuk turut berpartisipasi membangun negeri ini?