Pengertian dan Cara Menulis Resensi Buku yang benar Beserta Contohnya

Edukreatif di kesempatan kali ini akan menjelaskan mengenai apa itu resensi buku dan bagaimana cara membuatnya. Artikel ini diberi judul Pengertian Resensi Buku dan Cara Menulis resensi buku atau novel dengan benar.

Pengertian Resensi Buku

Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah pertimbangan atau pembicaraan. Dapat pula disebut penjelasan. Resesnsi buku ialah penjelasan dari buku yang umumnya baru terbit. Resensi ini dapat tentang novel, buku pengetahuan dan lain-lain. Resensi biasanya berisi judul, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, amanat, dan sinopsis.

Cara-cara menulis resensi buku sangat sederhana yakni dengan mencatat unsur-unsur intrinsik dalam buku seperti yang sudah saya sebutkan tadi. Judul, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, amanat, dan sinopsis. Anda juga dapat menambahkan review menurut anda sendiri pada sebuah resensi.

Resensi juga dapat lebih terperinci. Artinya yaitu kita dapat menambahkan unsur optional dalam buku yang akan diresensi. Seperti, struktur teks, pengarang, penerbit. Namun, resensi yang lebih kompleks tentunya lebih bagus ketimbang resensi biasanya.

Cara menulis Resensi Buku

Contoh Format Penulisan Resensi

Judul Buku :

Tokoh & Penokohan :

Latar :

Alur :

Sudut Pandang :

Amanat :

Sinopsis :

Format diatas bukanlah format paten, karena ada juga orang yang menggunakan format resensi buku seperti ini

Judul buku :

Penulis :

Gambaran singkat :

Ulasan :

Kelebihan :

Keunggulan :

Nah, begitulah pengertian dan cara membuat resensi buku. Silahkan dicoba supaya terbiasa. Bisa dari apapun. Bisa dari novel, cerpen, atau artikel pun bisa. Bila bisa anda coba meresensikan artikel ini. Atau biar lebih gampang, buatlah resensi tentang cerpen buatanmu atau dapat pula dari buku favoritmu.

Contoh Resensi

Berikut kami Lampirkan Contoh resensi buku/ Novel

Contoh resensi novel

Contoh Resensi Novel Bunga Cantik Di Balik Salju

Contoh Resensi Novel Bunga Cantik Di Balik Salju

Judul  : Bunga Cantik di Balik Salju
Penulis  : Titik Andarwati
Penerbit  : Diva Press
Dimensi  : 14 cm x 20 cm
Tebal  : 458 halaman

SINOPSIS NOVEL

Di umur yang masih sangat muda, 19 tahun, Lana sudah menetapkan untuk mengasuh Denniz, anak dari sahabatnya yang meninggal sewaktu melahirkan. Ayah si bayi sendiri, Brian, tidak ingin mengakui anaknya. Pertentangan dari keluarga Lana jelas terjadi meski akhirnya mereka menerima Denniz dan membantu merawatnya. Hidup yang berat bagi Lana. Di umurnya yang ke-25, ia menetapkan untuk tinggal sendiri bersama Denniz dan membiayai sendiri hidupnya dengan berprofesi sebagai staf pengajar dalam sebuah lembaga pendidikan asing. Mempunyai Denniz selama 6 tahun membuat Lana kebal saat orang-orang melihatnya dengan terpukau, iba, sinis, maupun jijik saat Denniz memanggilnya “mama”. Semua itu tidak merubah apa pun, ia tetap mencintai Denniz dan menganggap keputusannya untuk mempertahankan Denniz ialah keputusan terhebatnya.

Cintanya kepada Denniz menjadikan dirinya mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri, termasuk kebutuhan akan seorang pria yang semestinya mulai dia pikirkan untuk mendampingi hidupnya kelak. Sampai suatu hari, hadirlah sosok Dhimas, pria keren dan pujaan banyak perempuan memasuki kehidupan Lana. Dhimas yang cuma menyadari bahwa Lana ialah seorang Ibu dengan satu anak menerima Lana apa adanya, seburuk apapun masa lampau Lana tanpa dia tahu kondisi yang sebetulnya. Tetapi tidak semudah itu untuk Lana menerima Dhimas sebagai pendamping hidupnya, serta jadi pabrik figur seorang Ayah untuk Denniz. Butuh pertimbangan yang tak sedikit untuk hal tersebut, sampai dia menetapkan untuk menerima Dhimas sebagai Suaminya.
Akhirnya, Lana menerima Dhimas, dan mereka segera menikah. Sampai suatu saat Dhimas mempertemukan Lana dengan keluarga besar Dhimas, terbukalah rahasia besar bahwa sebetulnya Lana belum pernah melahirkan seorang anak dan membuat Dhimas sangat terkejut. Lana dan Dhimas akhirnya resmi menikah.

UNSUR INTRINSIK NOVEL

1. Tema
Seorang perempuan yang kuat dan tegar, mempunyai hati yang baik bagi merawat seorang bayi sahabatnya saat dia sendiri masih sangat muda. Perjuangan hidup seorang perempuan yang mandiri. Perempuan yang mengagumkan, rela dicap ‘tidak betul’ oleh tetangga-tetangganya demi merawat Denniz.

2. Tokoh
* Tokoh Utama  : Maulana Andara Restu
* Tokoh Kedua  : Denniz
* Tokoh Ketiga  : Dhimas Mahesa
* Tokoh Pembantu  : Megan, Fany, Dhyas, Yudha, Rindra, Pak Sinclair, Ruben, Yudha, Brian
* Tokoh Piguran  : Pak Rudi, Bu Rina, Hendra, Diki, Anggra, H. Bakrie, Emi

3. Penokohan :
* Maulana Anadara Restu : Sosok wanita yang kuat dan tegar, kemauannya untuk mandiri semenjak muda, dan sangat menyayangi Emi sahabatnya yang sudah meninggal, juga amat menyayangi anak angkatnya yaitu Denniz.
* Denniz : Anak kecil yang lucu, pandai, cuek dan manja.
* Dhimas Mahesa : Sosok pria tampan, cuek dan mapan. Dia sangat menyayangi Denniz dan Lana.

4. Alur
Alur maju mundur, dimana novel menceritakan kondisi Lana saat itu lalu harus kembali kepada masa lampau untuk menjelaskan alasan kenapa Lana akhirnya membesarkan Denniz sebagai seorang Ibu. Dan akhirnya kembali maju dengan menceritakan Lana dan Dhimas akhirnya menikah.

5. Sudut Pandang
Sudut pandang orang pertama

6. Amanat
Tak ada anak yang dilahirkan dengan kondisi haram. Perbuatan orang tuannya lah yang haram. Sebab aku mencintai anda. Wanita akan lebih dapat bertahan bila ia dicintai ketimbang harus mencintai. Dan aku mencintai anda. Dandelion merupakan bunga liar yang kuat. Bahkan, saat tumbuhan lainnya mati, dandelion tetap hidup. Menahun. Dandelion bisa hidup pada mana saja asalkan ada cahaya matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api, maupun di retakan-retakan trotoar pun dia dapat hidup. Dan, aku pun mau seperti itu. Hidup seperti dandelion. Jadilah diri sendiri dan sering bersyukur mengenai apa yang telah Tuhan berikan.

KEUNGGULAN NOVEL

Novel ini mengajarkan kita akan apa arti tegar, kuat, mandiri dan cantik sebetulnya. Sebuah bacaan menarik yang amat inspiratif. Kata-katanya mudah dimengerti
Pewatakan tokoh mudah dimengerti dan digambarkan secara jelas. Alur cerita mudah dimengerti walau alur maju mundur, dan alur tersebutlah yang membuat kita jadi kian penasaran.

KELEMAHAN NOVEL

Halaman novel cukup tebal, ada beberapa sesi cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan sebab intinya sama saja.

KESIMPULAN

Novel ini pantas dibaca untuk siapapun, apalagi untuk perempuan. Sesuai konsep nya yang inspirasional, novel ini memberikan kita banyak inspirasi, pesan dan kesan yang bisa mengalir sampai ke lubuk hati dan pikiran. Sebuah novel yang mudah dimengerti sebab memakai bahasa yang sederhana.

Contoh Resensi Buku

contoh resensi buku dahsyatnya hypnoparenting

contoh resensi buku dahsyatnya hypnoparenting

Judul Buku: Dahsyatnya Hypnoparenting
Editor: Yoan Destarina
Penerbit: Penebar Plus+
Cetakan: I. Jakarta 2010, II. Jakarta 2010
Tebal: iv + 116 Halaman
ISBN: 978-602-8661-23-2

ISI BUKU

Keberhasilan berangkat dari keluarga. Dari keluargalah seseorang dibentuk karakternya. Tetapi dalam perjalanannya, banyak orang tua yang menemui berbagai kesulitan dalam mendidik anak. Anak malas belajar, tidak suka makan, kurang percaya diri, anak yang nakal, dan masih banyak yang lain. Hypnoparenting merupakan salah satu solusi untuk para orang tua yang menemui kesulitan itu. Hypnoparenting asalnya dari hipnosis dan parenting. Hipnosis bukan sihir, hipnosis ialah pengetahuan dan teknik berkomunikasi dengan sistem kerja otak. Sedangkan parenting ialah segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik anak. Hypnoparenting memakai prinsip kerja hypnosis (komunikasi dengan otak) dengan pengetahuan tentang bagaimana mendidik anak dan jadi orang tua yang sanggup memahami perkembangan anak untuk menuju kehidupan yang baik, sukses dan bahagia.

Orang tua jadi pelaku penting dalam hypnoparenting ini. Pada penerapannya, hypnoparenting ialah proses sugestif dengan menanamkan kalimat-kalimat yang bersifat positif, misalnya, “anda pandai dan rajin. Anda senang belajar dan sering mengerjakan tugas dengan bagus.” Saat paling efektif untuk memasukkan sugesti ialah menjelang tidur, saat bangun tidur, pada saat emosi anak meningkat, dan saat anak dalam kondisi terkejut. Agus Sutiyono sebagai penulis telah mulai membisikkan kalimat sugestif terhadap anaknya, Citra Amalia Putri Sutiyono. Kalimat yang selalu dia bisikkan setiap bangun tidur semenjak Citra berumur 6 bulan itu yaitu, “Terima kasih, ya Allah, aku sehat, aku bahagia, aku pandai, dan baik hati.” Sugesti yang diberikan pada waktu yang tepat ini ternyata membentuk benar perilakunya. Citra tumbuh dengan emosi yang seimbang dan disukai kawan-kawan.

Dalam hypnoparenting, orang tua harus mempunyai kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang tinggi untuk membantu anak-anak memaksimalkan kemampuan. Anak disarankan tidak dididik supaya cerdas namun juga mampu berfikir kreatif, imajinatif, dan memiliki emosi yang stabil. Kreativitas orang tua diperlukan dalam memakai kalimat sugesti yang tepat bagi anak.

ULASAN BUKU

Buku ini adalah hasil belajar sang penulis di fakultas Magister Manajemen IPMI Jakarta dengan spealisasi program Manajemen Sumber Daya Manusia Di tahun 1996. Disamping itu, penulis juga mengikuti Indonesia-Australia Specialist Project II, Human Rights Program-University Of Sidney (UTS), Australia di tahun 2003. Ditulis dengan bahasa yang lugas nan santai dan berorientasi ke dalam keluarga, buku ini amat cocok dibaca oleh para orang tua. Kalimat-kalimat sugestif dalam buku ini amat bermacam-macam dan sudah diterapkan oleh penulisnya sendiri yang memang berhasil membentuk perilaku anaknya. Selain mendapat ilmu mengenai cara mendidik, merubah atau membentuk perilaku anak, orang tua juga dapat mendapat berbagai ilmu pengetahuan yang dapat mereka ajarkan kepada anak-anak mereka, seperti pengertian hipnotis, mekanisme kerja otak dan lain sebagainya. Buku ini juga cocok dibaca oleh kalangan remaja. Kalimat-kalimat sugestif yang terdapat pada buku ini amat bermanfaat dan bisa mereka terapkan dalam kehidupan setiap hari.

Desain gambar animasi yang banyak terdapat dalam buku ini justru jadi kekurangan sebab buku ini berorientasi dalam kehidupan keluarga yang diperuntukkan bagi dibaca orang tua. Disamping itu, ada banyak istilah-istilah dalam bahasa asing yang biasanya sulit dipahami oleh para orang tua. Tetapi, terlepas dari kekurangan yang ada, buku ini layak dipunyai oleh seluruh kalangan khususnya orang tua yang berkeinginan anaknya jadi pribadi yang baik. Mendidik anak pantasnya menanam pohon, bila kita betul secara perlakuannya, maka kita pula yang akan memetik dan menikmati hasilnya. Sungguh Dahsyatnya Hypnoparenting

Bagaimana? sudah tahu cara menulis resensi buku kan? dengan melihat contoh resensi diatas harusnya kalian sudah bisa menulisnya. Selamat menulis

Pencarian Terkait:

  • menulis resensi buku