7 Tips Belajar Menulis Buku, Novel, atau Skripsi

Edukreatif akan membagi informasi menulis secara teratur. Sebelumnya kami telah membagikan artikel 3 Cara Menumbuhkan Rasa Cinta Menulis dengan Mudah, inilah artikel lanjutannya yang harus kamu baca. Kali ini kami akan menjelaskan tata cara belajar menulis buku, novel, ataupun skripsi untuk semua kalangan.

Tips belajar menulis buku, novel, atau skripsi ini terdiri dari 7 poin, yang dibagi kedalam 2 tahapan. yaitu tahap belajar dan tahap praktik penulisan.

Tulisan oleh: Siti Shofiah S (dengan penambahan seperlunya)

Tahap Pertama: Belajar cara menulis yang benar

Jika menulis buku dimulai dari secara acak, akan mempersulit menulis kan? Tapi, jika kita menulis secara bertahap? Ya begitu maksud saya. Saya ingin kamu belajar dan menulis buku atau yang lain secara bertahap. Tahapan menulis yang baik secara umum ada tiga, yaitu niat, buat, edit, atau disingkat menjadi NBE.  Pada artikel ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara berniat dalam menulis.

1. Niat

Niat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti maksud atau tujuan suatu perbuatan (lihat: niat). Atau bisa diartikan juga menjadi keinginan dalam hati. Intinya, niat adalah akar suatu perbuatan.

Awali dengan niat

Pernah gak kamu mengerjakan tugas tanpa niat? Apa yang terjadi? Atau kamu setengah hati dalam menulis? Hasilnya kurang memuaskan? Terhambat? Itulah yang terjadi jika niatnya belum pasti.

Tanpa niat kita akan berbuat asal-asalan dan tak tertuju. Tanpa niat kita akan susah untuk menyelesaikan sesuatu. Menulis juga harus dengan niat yang pasti. Jadi, niatkan dirimu dulu untuk menulis ya.

Bagaimana cara untuk berniat secara pasti untuk menulis? Berikut cara-caranya.

a. Pikirkan untuk apa kamu menulis.

Untuk apa kamu menulis? Untuk mencari uang? Untuk bisa jadi penulis? Agar jago nulis artikel untuk blog? Untuk bisa merangkum apa yang dijelaskan gurumu? Atau untuk apa? Jawab sendiri.

b. Pikirkan bagaimana caranya kamu mencapai hal itu.

Gimana caranya kamu bisa mencapai (jawaban pertanyaan diatas)? Membaca-baca artikel tentang menulis? Praktik setiap hari? Menulis yang banyak? Jawab.

c. Berjanjilah kalau kamu akan menulis.

Sekarang gabungkan dua jawaban dari pertanyaan yang diatas. Jadikanlah sebuah janji. Contohnya.

Untuk apa kamu menulis? Untuk membuat novel yang best seller se-Indonesia
Gimana caranya? Dengan cara menulis novel.

Menjadi…

Saya berjanji akan menulis novel karena ingin membuat novel best seller se-Indonesia.

2. Membuat jadwal

Jika “niat” sudah bagus, berarti kamu baru menyelesaikan setengahnya. Sekarang kita akan menetapkan jadwal. Siapkan kertas dan penamu dan jawablah pertanyaan dibawah ini?

  • Apa yang akan kamu tulis? (novel, skripsi, karya tulis imiah, cerpen)
  • Berapa halaman buku yang akan kamu tulis? (100 halaman, 200 halaman, dsb)
  • Berapa hari / bulan kamu akan selesaikan tulisanmu? (30 hari, 4 bulan, 8 bulan, dll)
  • Berapa hari sekali kamu menulis buku dalam seminggu? (setiap hari, Senin dan Kamis, dsb)
  • Kapan kamu bisa menulis buku? (pagi, siang, sore, malam)
  • Jam berapa kamu bisa menulis? (05.00 WIB, 20.00 WIT, dsb)
  • Berapa menit kamu bisa menulis? (20 menit, 60 menit, dll)

Jawab pertanyaan diatas sekarang juga dan catat!

3. Praktik Menulis

Contoh Pertama:

Skripsi 200 lembar. Harus selesai selama 6 bulan. Setiap hari jam 8 malam sampai 9 malam (60 menit).

Tetap pada contoh diatas. Nah, sekarang kita akan membagi jadwal lagi.

  • Sisakan beberapa hari untuk mengedit. Misanya dua minggu untuk mengedit. Jadi kamu harus selesai menulis dalam waktu 22 minggu (154 hari).
  • Bagi target menulis dengan waktu menulis (200:154= 1,29). Hasilnya adalah berapa halaman yang harus kamu selesaikan dalam sehari.

Jadi kamu harus menulis skirpsi 1,29 lembar (bisa dibulatkan) pada jam 8 malan sampai jam 9 malam setiap hari.

Contoh kedua:

Novel 100 lembar. Harus selesai selama setahun. Setiap hari Minggu jam 8 pagi sampai jam 9 pagi (60 menit).

  • Sisakan dua minggu untuk mengedit. Jadi harus selesai selama 50 minggu. Kan hanya menulis satu hari dalam satu minggu (pada hari Minggu). Jadi menulis haru selesai dalam 50 hari.
  • Target halaman dibagi waktu menulis. (100:50=2) Artinya harus menulis 2 lembar setiap hari Minggu.

Jadi kamu harus menulis novel 2 lembar setiap hari minggu jam 8 sampai jam 9 pagi.

*Note :

  • Jangan pernah mengingkari jadwal. Hilangkan rasa malasmu.
  • Jika akan membulatkan halaman, bulatkanlah ke angka yang lebih besar. Contoh : 1,29 menjadi 2 dan 1.1 menjadi 2.

Selesai. Langkah pertama belajar menulis buku sudah selesai. Langkah ini juga bisa dipakai bagi para blogger kok. Tinggal perhitungannya dicocokin aja hehe.

Baca juga: Pengertian dan Cara Menulis Resensi Buku yang benar Beserta Contohnya

Tahap Kedua: Mulai menulis

Di langkah pertama belajar menulis buku dengan metode 3T (Niat, Buat, dan Edit), kita telah berniat dan menentukan jadwal. Nah, pada langkah kedua, kita akan membuat tulisan dengan cepat dan mudah.

Langkah kedua ini lanjutan dari poin sebelumnya, yaitu tips ke 4, 5, 6, dan 7. Sekarang, siapkan pena dan buku!

4. Belajar Menulis Bebas

Tulislah apa saja yang ada dipikaranmu. Tangkaplah ide yang terlintas. Jangan ada ide yang hanya lewat begitu saja. Jika ada ide, langsung tuliskanlah tanpa berpikir panjang. Ingat! Menulis Bebas.

Tulislah yang bebas, tidak ada batasan, dan tanpa teori. Lo kok tanpa teori sih? Nanti saya jeaskan diartikel selanjutnya.

5. Jangan Kebanyakan Mikir

Bayangkan kalau kamu menulis satu kata dengan harus semenit berpikir. Tidak akan selesai-selesaikan? Nah, jadi jika ingin menulis yang cepat dan mudah, kamu harus berpikir sejenak lalu menulis.

Lalu, gimana mau nulis kalau gak dapet ide? Kamu bakal dapat ide saat menulis. Maka jangan pernah berhenti saat menulis. Dengan itu, kamu akan mudah mendapatkan ide.

Ditambah lagi, kamu harus yakin bahwa ide datang saat menulis. Kalau tidak, ya sama aja bohong…terlalu lama untuk berpikir dapat menghambat idemu

6. Jangan Kebanyakan Kritik

Sama seperti “jangan kebanyakan mikir”, kebanyakan meng-kritik juga menghambat tulisan dan idemu.

Sering kali, jika ada orang mengkritik tulisannya, dan membaca ada kalimat yang kurang cocok, jelek, dsb, dia akan mencoret atau menghapusnya, dan tulisannya tidak akan pernah selesai jika ia melakukan itu terus-menerus.

Jadi, jangan meng-kritik dulu ya!

7. Tulis Sebanyak-Banyaknya

Kalau mau tulisannya cepat jadi, ya tulis yang banyak. Jangan bermalas-malasan. Intinya, tidak ada kesuksesan yang diraih dengan bermalas-malasan.

Sekarang apa yang harus dilakukan? Ya, nulis dong. Sekarang nulis. Besok nulis. Lusa nulis juga. Gak bosen? Ya, biasain dong. Kalau mau jago menulis kita harus sering menulis.

Sama halnya seperti ingin jago berenang, kita harus sering berenang. Mana bisa orang berenang dengan hanya mempelajari teorinya saja. Mana bisa orang jago menulis kalau cuma mempelajari teorinya saja.

Saya punya suatu cerita :

“Ada seorang ahli dalam bidang menulis. Ia menguasai semua teknik-teknik menulis. Dan, ada seorang pemuda yang gemar menulis. Ia tidak peduli tulisannya jelek atau tidak. Ia hanya menulis dan terus menulis.

Pada suatu hari, mereka berdua akan menulis suatu novel. Sang pemuda tidak kesusahan dalam menulis novel, karena ia telah terbiasa, walaupun ia tidak bergitu mengerti menggunakan tata bahasa yang baik dan benar.

Sang ahli menulis mempraktikkan ilmunya. Ia begitu terpaku dengan teori-teori. Mulai dari langkah awal, penggunaan majas, dll. Ia terus mengikuti teorinya itu. Pada akhirnya, sang pemuda telah menyelesaikan tulisannya. Sedangkan, sang ahli belum menulis sedikit pun.”

Sudah tau maksud dari cerita diatas? Ya, kita tidak boleh terlalu terpaku oleh teori. Namun, bukannya kita tidak boleh mempelajari teori. Tapi, kita akan memakainya terakhir pada saat pengeditan.

Baca juga: Cara Mengguncang Dunia dengan Menulis

Nah bagaimana 7 Tips Belajar Menulis Buku, Novel, atau Skripsi? Sudah dipraktikkan belum? Kalau belum praktikkan sekarang. Saran saya, Jangan dulu beralih ke langkah selanjutnya sebelum ada rasa kecintaan pada menulis. Mungkin setelah kamu telah terbiasa menulis sehingga tidak terlalu banyak mikir untuk mencari ide.

Sekian dari kami. Semoga bermanfaat.