Tips Dan Cara Mengajar Anak SD Yang Ampuh

Tips dan Cara Mengajar Anak SD – Cara mengajar anak SD membutuhkan penanganan tersendiri karena anak masih dalam tahap awal belajar. Anak Anda yang masih duduk di kelas satu SD selalu ingin tahu dan banyak bertanya, tetapi apakah semuanya penting? Berikut ini pendapat beberapa ahli tentang topik tersebut.

Jean Piaget, psikolog yang menyusun teori tentang perkembangan kognitif pada dasawarsa 1920an, membuat daftar batasan mental untuk masing-masing usia. Berikut ini adalah apa yang dapat dipahami oleh seorang murid atau anak kelas satu SD:

  • Anak kelas satu SD dapat memahami simbol. Misalnya, mereka dapat menghubungkan fakta bahwa mahkota dapat berarti raja. Namun, mereka masih harus belajar dari bukti nyata, misalnya penambahan dengan cara menghitung dengan jari.
  • Anda sering kali dapat memahami logika anak Anda, namun dia tetap akan menghubungkan hal-hal yang tampaknya tak berhubungan dan kemudian membuat kesimpulan.
  • Pemikiran berjalan mundur (reverse thinking) mungkin masih menjadi masalah. Artinya, anak Anda masih akan tetap kesulitan dalam menyusur-balik setiap langkah dalam pemikiran untuk menganalisis sebuah kesimpulan. Semoga Anda berhasil meyakinkan anak Anda yang masih berusia kelas satu SD bahwa apa yang dipercayainya sebagai hal yang benar sebenarnya tidak benar. Bahkan, jika Anda mengungkapkan bukti-buktinya sekalipun, anak Anda mungkin akan kesulitan mengikuti penjelasan Anda.
  • Anak kelas satu SD masih egosentris, dan yakin bahwa orang lain memandang dunia sebagaimana dia memandang dunia. Namun, semakin sering Anda mengajak mereka bertemu dengan orang lain, terutama anak-anak, mereka akan lebih cepat meninggalkan tahap ini.
  • Anak Anda mampu membedakan jumlah, volume, dan panjang ketika membandingkan dua buah objek. Jika Anda menunjukkan dua buah gelas kepada anak Anda yang diisi air dalam jumlah yang sama, dan menuangkan isi salah satu gelas ke dalam sebuah gelas lain yang berbentuk tinggi dan ramping sementara isi satu gelas yang satunya dituangkan ke dalam gelas yang berbentuk rendah dan lebar, anak Anda akan tahu bahwa jumlah airnya masih sama.

Cara Mengajar Anak SD: Apa Yang Perlu Dipelajari?

Jadi, bagaimana cara mengajar anak SD? apa yang dapat dipelajari dalam tahap belajar anak kelas satu SD? Dengan kata lain, apa yang perlu dipelajari oleh siswa atau anak SD? Untuk pertanyaan ini, kita beralih kepada psikolog Benjamin Bloom. Pada dasawarsa 1950an, dia memimpin sebuah tim peneliti untuk membuat panduan pembelajaran kognitif tentang proses memahami informasi.

Setiap tingkat atau level atau tahap didasarkan pada satu tahap di depannya, sama seperti susunan tangga (selanjutnya dapat digunakan untuk memahami lebih jauh tentang tahap belajar anak kelas satu SD). Gunakan informasi Piaget untuk memahami tentang apa yang dapat dipahami oleh anak Anda. Kemudian, lihat tahap-tahap pembelajaran Bloom untuk membimbing anak Anda mencapai tingkat pembelajaran berikutnya. Tingkat-tingkat pembelajaran Bloom adalah sebagai berikut:

  1. Tahap 1: Pengetahuan. Pada dasarnya, tahap ini adalah memorisasi atau mengingat. Seorang anak baru saja diajar sebuah konsep dan hanya perlu mengingatnya. Misalnya, dalam matematika, pada tahap ini dia baru dapat mengulang angka.
  2. Tahap 2: Pemahaman (Komprehensi). Anak memahami arti konsep tersebut. Dia menyadari bahwa angka menunjukkan jumlah, misalnya 100 menunjukkan jumlah satuan rupiah dalam uang seratus rupiah.
  3. Tahap 3: Penerapan (Aplikasi).  Anak memahami contoh bagaimana cara menggunakan sebuah konsep. Misalnya, dia dapat membuat sendiri soal matematikanya walaupun dia tidak tahu jawabannya.
  4. Tahap 4: Analisis. Anak dapat menguraikan setiap ide atau gagasan dan berpikir dengan cara berpikir yang belum pernah diajarkan. Pada level ini, dia dapat memecahkan soal matematika yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
  5. Tahap 5: Sintesis. Anak dapat menerapkan sebuah konsep pada situasi baru. Misalnya, dia dapat membuat penambahan dalam kehidupan nyata, seperti menambahkan jumlah buah apel dan harga jus apel untuk memperkirakan apakah dia punya cukup uang untuk membeli buah apel sekaligus jus apel.
  6. Tahap 6: Evaluasi. Anak menilai apa yang telah diajarkan dan memutuskan apakah hal itu benar atau salah. Misalnya, dia memperhatikan soal matematika yang dikerjakannya dan memutuskan apakah jawabannya benar atau salah.

Tahap belajar anak SD: Praktik

Dengan memberikan anak Anda sebuah konsep baru yang tidak melampaui batasan mental yang dijelaskan oleh Piaget, Anda dapat melihat kemajuan anak Anda melalui tahap-tahap pembelajaran Bloom. Ingin mengembangkan pelajaran anak Anda lebih jauh setelah memahami konsep tentang tahap belajar anak kelas satu SD?

Coba lihat di mana posisi anak Anda saat ini dalam tahap pembelajaran Bloom, kemudian ajukan pertanyaan yang membutuhkan evaluasi kepada anak Anda, misalnya dengan meminta dia untuk menilai apakah belajar penambahan itu bermanfaat. Hal ini akan membantu anak Anda bergerak maju dari aturan penambahan ke arah bagaimana penambahan dapat diterapkan atau digunakan, dan memutuskan apakah penambahan itu penting.

Itulah tips dan cara mengajar anak SD yang bisa kami sajikan. Silahkan dipahami dan dipraktekkan ketika mengajari anak-anak. Jika ada pertanyaan atau tips tambahan cara mengajar anak SD, silahkan berkomentar dibawah.

Referensi: Education.com

Pencarian Terkait:

  • cara mengajar anak sd
  • cara mengajar anak sd kelas 2